• Jl. Gading Kirana Timur A11 No.2 Kelapa Gading - Jakarta Utara - Indonesia
  • JKT (021) 452 6303 - SBY (031) 5925434 - SMRG (024) 3541746
  • ekawalet@yahoo.com

Apakah burung walet yang sudah beberapa kali bersarang dan sudah pula dipanen dapat atau mau pindah rumah walet lain .??

Senin, 26 April 2021 | Admin | 1743

Apakah burung walet yang sudah bebeapa kali bersarang dan sudah pula dipanen dapat atau mau pindah rumah walet lain, misalnya ke Gedung Walet baru Milik Tetangga.??

Nyatalah bahwa bisa terjadi perpindahan walet "yang sudah turun - menurun" dari gedung tertentu ke gedung baru atau gedung lain, diantaranya disebabkan oleh :

A. Tembok gudang dan bagian - bagian lain telah banyak rusak, misalnya tembok pecah, genting bocor, plafon ambruk dll. Kondisi rusaknya gedung dapat mempengaruhi faktor suhu, kelembapan, pencahayaan dll, dala gedung tersebut, sehingga tidak sesuai lagi dengan kondisi yang disukai walet. Walet tidak krasan dan mencari pemukiman baru.

B. Tidak dilakukannya kontrol dan pemberantasan musuh - musuh walet yang telah berkembang dalam gedung tersebut, misalnya : semut, kutu busuk, kecoak, tikus dll. Seharusnya musuh - musuh tsb, selalu dipantau dan dimusnahkan setiap kali terlihat. Pengontrolan dan pemusnahan musuh - musuh ini minimal setiap atau dilakukan bersamaan waktu panenan dan pemusnahan harus sampai ke sarang - sarang musuh walet tersebut. Perlu diperhatikan juga kemungkinan gangguan burung elang, burung hantu, dan kelelawar diluar gedung.

C. Perkembangan masyarakat dilingkungan gedung walet dapat mempengaruhi ketenangan walet. Misalnya banyak anak bermain disekitar gedung walet, suara - suara yang keras dan mengganggu (suara mesin perbengkelan), asap pabrik dll. Kadang kala ada juga seseorang yang sengaja mengganggu gedung walet dengan membakar sampah setiap hari didekat gedung walet dan asapnya diarahkan kelubang keluar masuk burung gedung walet. Asap dan bau asap dapat sangat mengganggu burung walet.

D. Karena menginginkan hasil sebanyak - banyaknya tanpa penyusunan / program dan pelaksanan panen, panenan dilakukan acak - acakan tanpa memperdulikan sifat alami walet. Misalnya semua sarang diambil tanpa mempedulikan jumlah telur didalamnya, pengambilan sarang sampai "bersih" tidak sedikitpun tertinggal (diambil tanpa meninggalkan sebagian sebagai fondasi sarang), memanen dimulai sebelum selesai atau diteruskan meskipun walet - walet sudah waktunya masuk gedung, pemanenan menggunakan bebauan : bau minyak rambut, rokok, minyak lampu dll. Hal - hal tersebut dapat menyebabkan burung stress, panik atau tidak krasan lagi untuk tetap tinggal. karena harus benar - benar diatur dan diawasi pelaksanaanya.

Tokopedia ,, Shopee ,, Bukalapak ,, JDID

Bagikan :

BERITA TERPOPULER