• Jl. Gading Kirana Timur A11 No.2 Kelapa Gading - Jakarta Utara - Indonesia
  • JKT (021) 452 6303 - SBY (031) 5925434 - SMRG (024) 3541746
  • ekawalet@yahoo.com

Faktor Makrohabitat.!

Selasa, 23 Februari 2021 | Admin | 299

Makrohabitat walet / seriti adalah kawasan pendukung bagi burung walet/seriti dalam mencari makanannya. Secara teori imbangan kawasan penyangga kehidupan walet/seriti pada alam (dalam hal makanan) idealnya adalah 50% daerah bertanaman rendah, 30% daerah berpepohonan tinggi dan 20% daerah perairan.

a. Daerah bertanaman rendah, misalnya : sawah, ladang, padang rumput

b. Daerah perpohonan tinggi, misalnya : hutan, perkebunan, perkampungan

c. Daerah perairan, misalnya : laut, rawa, sungai, danau, sawah basah dan lain - lain

Dengan imbangan demikian, maka burung walet / seriti dapat menangkap serangga sejak matahari terbit sampai matahari tenggelam, karena kemunculan serangga terbang pada ketiga tipe daerah tersebut berbeda, tetapi bersambung berurutan. Dengan demikian bila serangga dikawasan c "menghilang", burung pindah ke kawasan b dan seterusnya.

Pada kawasan - kawasan dengan sifat tanaman yang berbeda tersebut menyebabkan jenis dan populasi burung di kawasan tersebut berbeda pula. Secara biologis, meskipun satu jenis/species, yang berbeda di kawasan satu nampak lebih besar dan gemuk, sedang di kawasan lain lebih kecil dan seterusnya. Imbangan kawasan menyediakn pakan dengan kondisi berbeda memperngaruhi juga populasi burung di kawasan itu. Dari sisi inilah yang menyebabkan cepat tidaknya usaha memancing burung ke rumah burung . Makin kecil potensi kawasan penyangga pakan, makin kecil populasi burung, sehingga karena produksi sedikit, maka usaha memancing ini akan lebih lama keberhasilannya dibading kawasan dengan populasi dengan populasi burung yang lebih besar.

 

Bagikan :

BERITA TERPOPULER